Haruskah Tanya “Kapan Nikah” tiap lebaran?

nikah, akad nikah, tujuan nikah, hukum nikah, rukun nikah

Kenapa sih ini selalu terjadi setiap tahun ?. taukah kalian kalao bertanya “kapan nikah ?” pada yang masih sendiri itu menyakitkan.

Okelah pertanyaan ini memang tidak berarti apa-apa bagi yang belum ada niatan menikah, tapi TIDAK bagi yang sudah berniat tapi BELUM bisa atau BELUM Mampu.

Bagi yang belum mampu, mungkin pertanyaan “kapan nikah” itu setara dengan pertanyaan “kapan Lu balikin utang ?”.. serius…

Banyak yang bilang nikah itu gampang, syaratnya cuma 5 doang, dan jangan dipersulit.

Heem.. Memang bener Rukun Nikah itu ada 5, mau searching diustadz manapun rukunnya cuma 5 itu, selebihnya pelengkap dan mungkin hura-hura semacam dekorasi ala-ala eropa, kue pernikahan setinggi 3 meter, iringan musik K-POP dan lain-lain.

nikah, akad nikah, tujuan nikah, hukum nikah, rukun nikah

Lima Rukun Nikah

  1. Mempelai Pria, yang kelak jadi suami
  2. Mempelai Wanita, yang kelak jadi istri
  3. Wali, orang tua mempelai wanita baik ayah, kakek maupun pamannya dari pihak ayah dan pihak-pihak lainnya. Secara berurutan, yang berhak menjadi wali adalah ayah, lalu kakek dari pihak ayah, saudara lelaki kandung (kakak ataupun adik), saudara lelaki seayah, paman (saudara lelaki ayah), anak lelaki paman dari jalur ayah.
  4. Dua Saksi
  5. Ijab Qobul

Dan Nikah pun sah. tapi…. ingat kita itu ada dinegara yang penuh dengan unggah-ungguh tata krama, sopan santun dan memiliki budaya adat istiadatnya sendiri.

Contoh gangguan dari adat, seperti kisah temen saya, cowok, mapan, taksiran gaji 5-10jt perbulan, gaya hidup sederhana, calon ada, cantik, sarjana dan siap nikah. temen saya itu juga sudah siap nikah. tapi apa ? sang kakak tak kunjung menikah dan mencari jodoh (karena dia selow dan super selow, sampai lupa adiknya udah ngebet kawin). dan akhirnya hingga tulisan ini terbit temen saya belum kawin.

jadi tolong.. tolong.. pahamilah kondisi ini.. jangan cuma tanya, tanya, tanya saja. atau pamer kemesraan di medsos.

Selain dari permasalahan adat, ketidak mampuan seseorang untuk menikah adalah karena belum adanya kesempatan.

Saya sendiri contohnya. saya berencana nikah diusia 25 tahun, calon sudah ada, pekerjaan dan penghasilan ada, tapi apa ? calon saya belum mau.. terus saya mau apa ? cari lagi ? gila aja…. dengan tingkat kegantengan yang pas-pasan ini mencari calon seperti istri saya itu susah men susah….

Disisi lain Nikah itu bukan perkara meski rukunnya cuma 5 dong, perlu diingat menikah adalah Ibadah terlama yang akan dijalani setiap manusia (jika diberikan kesempatan).

Jadi buat kalian yang mau nikah muda, coba deh difikir ulang, memang Alloh menjanjikan kesiapan, kecukupan, keberkahan didalam pernikahan tapi itu buat orang-orang yang sudah serius. bukan cuma mikirin “cepet nikah keburu dosa”

Tujuan menikah ada banyak, salah satunya ibadah. saya ingat saya pernah dapat pelajar di waktu SMA nikah itu, bisa wajib, bisa makruh, bisa haram, sisanya cari aja sendiri tanya sama ustadz, saya mah apa.

Kembali ke soal sulitnya nikah. Selain dua contoh diatas, saya ada satu contoh lagi dimana pertanyaan kapan nikah itu jadi cambukan paling menyakitkan bagi yang ditanya.

Sebut saja Sastro Kemul, seorang petani tebu. temen saya ini yang sudah menjalin asmara dengan seorang gadis, didalam perjalanan cintanya si Santro sudah mengorbankan banyak tenaga, pikiran dan harta untuk kekasihnya. hingga suatu ketika Sastro ini mendapat balasan sebuah undangan pernikahan dari kekasihnya itu.

Usut punya usut kekasihnya itu kepincut dengan anak kades yang kaya raya…. malang…. “sejak dahulu kala beginilah cinta deritanya tiada akhir”.

kurang lebih 7 hari 7 malam Sastro tak keluar kamar, makan tidak, minum pun agaknya juga tidak. hingga akhirnya pintu pun didobrak dan dilarikanlah Sastro kerumah sakit karena sudah tak sadar diri. beruntung masih selamat.

Bayangkan jika kalian bertanya “kapan nikah” pada Sastro, kemungkinan ada tidak 3 hal yang akan dilakukan Sastro:

  1. Gelud,
  2. Mengucap kata “Jancok” kemudian Gelud
  3. Sastro pulang, dan kembali mengurung diri dikamar. lalu orang tua sastro datang ke kamu dan ngajakin Gelud.

Jadi, pikirkan lagi soal bertanya ‘kapan nikah?’ di hari raya yang akan datang.